Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Malang
-->

Keseruan Warga Binatama pada Perayaan Kemerdekaan HUT RI Ke-75

Senin, 17 Agustus 2020 06:39:35 - oleh : admin
Bagikan Artikel Ini Di

Kemerdekaan bukan sebuah tanda untuk mengakhiri perjuangan, tapi sebuat tanda untuk berjuang lebih keras! Indonesia Maju, Mari Bersatu Kita Lawan Wabah Covid 19.

 

 

Sekali Merdeka Tetap Merdeka !!! 

 

 

Pagi hari ceria di balik selimut tipis awan cumulunimbus di langit Esplas. Kesejukan pagi di hari jumat, 14 Agustus 2020 dalam suasana mendung tidak menyurutkan semangat warga sekolah yang kali ini tidak dihadiri oleh siswa dalam rangka menyambut hari kemerdekaan dengan rangkaian lomba. Bapak dan ibu guru serta karyawan SMP Negeri 14 Malang dengan riang gembira mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia Agustusan.

 

  

 

 

    

 

          Bidang lomba yang dilombakan adalah mengipas balon dan memasukkan paku dalam botol beregu. Teknis lomba pertama yaitu mengipas balon, dimulai dari garis start hingga finish dengan ketentuan balon tidak boleh menyentuk kipas. Lomba ini tujuannya untuk melatih kesabaran dan ketekunan peserta lomba. Basic peserta lomba yang mayoritas adalah pendidik, maka lomba ini bermanfaat untuk menguji kesabaran pendidik terhadap anak didiknya, berlatih ketekunan pendidik dalam menyampaikan materi, dan juga tidak kalah pentingnya tentang kesabaran warga sekolah untuk menghadapi Covid-19.

          Kipas balon yang dipertandingkan sangat seru karena para peserta antusias dalam memenangkannya. Keseruan ini dapat dilihat dari sorak sorai penonton hingga ekspresi saat balon yang dikipasnya mampu melewati garis finish. Keseruan lain dari perlombaan ini dapat dicermati dengan seksama perihal teknik kipas yang dipraktekkan oleh peserta. Ibu Mamik dengan teknik balet, Ibu Sri Redjeki mengandalkan teknik pukulan menukik, hingga Bapak Kresna Angga yang memiliki jurus teknik pintu kemana saja dengan artian mengipas balon secara ngawur asalkan sampai finish. Berbagai teknik lain pun tidak kalah menarik hingga para pemenang dalam lomba ini telah ditentukan melalui hasil persentase kemenangan.

 

 

 

 

          Lomba kedua adalah memasukkan paku ke dalam botol beregu. Lomba ini semestinya sudah lazim dilaksanakan saat perlombaan di kampung, bedanya saat ini lomba dilaksanakan dengan beregu. Pada perlombaan ini peserta dikelompokkan menjadi beberapa regu yang dalam satu regu terdiri dari lima peserta dengan rincian empat peserta memegang tali dan satu peserta sebagai pemegang komando. Lomba ini menguji kepercaayaan masing-masing peserta, baik kepada sesama pemegang tali, terlebih kepada juru arah atau sang pemberi komando. Dalam pelaksanaannya, mayoritas peserta berlaku sportif walaupun ambisi meraih kemenangan nampak jelas terlihat. Wajar saja, kejuaraan pada lomba hari ini mendapatkan voucher pulsa yang bernilai cukup banyak. Hadiah ini tentunya sangat bermanfaat terutama untuk membeli kuota internet dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara daring/ online.

 

 

Artikel: Hatake Nugroho

Editor: Admin Esplas

 

kirim ke teman | versi cetak

Bagikan Artikel Ini Di

Berita "Berita Terkini" Lainnya