Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Malang
-->

GSF 2019, Eratkan Sinergi dan Konsistensi

Kamis, 14 November 2019 08:17:05 - oleh : admin
Bagikan Artikel Ini Di

Pagelaran GSF 2019 yang mengangkat tema pendidikan anti korupsi seakan menjadi magnet tersendiri bagi warga SMP Negeri 14 Malang. Green School Festival yang notabene adalah even tentang kebersihan lingkungan, pada tahun ini dipadukan dengan unsur pendidikan karakter, khususnya karakter anti korupsi. Hal ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari beberapa peserta, khususnya SMP Negeri 14 Malang. Bagaimana tidak? Dengan perpaduan yang cukup unik antara tema anti korupsi yang terkandung dalam even kebersihan memunculkan gairah tersendiri bagi para simpatisannya. Even tahunan yang selalu dilaksanakan sekitar bulan September hingga Oktober ini merupakan tolok ukur penilaian terhadap konsistensi lingkungan, khususnya kebersihan dan pemanfaatan sumber daya di sekolah.

            Even tahunan yang diselenggarakan oleh Radar Malang yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Malang telah secara rutin digelar pada tiap tahunnya. Inovasi baru bermunculan dari berbagai sekolah pada setiap perhelatannya. SMP Negeri 14 Malang, pada tahun ini seperti mendapat “durian runtuh” karena tema yang digagas sesuai dengan karakteristik yang digaungkan selama ini. Karakteristik yang ditonjolkan yaitu sekolah berbudaya, bersih, inovatif, asri, dan rapi atau yang lebih dikenal dengan jargon Sekolah Berbinar.

            Pemilihan nama Berbinar ini memiliki filosofi yang sangat sesuai dengan tema yang digagas. Diawali dengan berbudaya dan bersih, disiratkan bahwa sekolah ini menjunjung tinggi kebudayaan dan kebersihan. Bukan hanya bersih secara harfiah, namun juga bersih dalam artian terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan nilai luhur pendidikan. Kebersihan dalam hal apapun tidak hanya dalam jargon semata, namun kebersihan itu diwujudkan dan dibudayakan. Pewujudan tersebut dapat dilihat dari karakter bersih secara lingkungan yang selama ini diterapkan, juga bersih terhadap berbagai tindakan tidak terpuji dalam hal korupsi, baik korupsi secara materi maupun waktu. Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah tidak hanya diperuntukkan kepada siswa, namun juga kepada seluruh warga sekolah, baik guru, karyawan, petugas kebersihan, security, hingga kepala sekolah sekalipun.

            Inovasi yang ditonjolkan juga tidak kalah menarik. Hal ini karena pada beberapa tahun terakhir, semenjak SMP Negeri 14 Malang menjuarai pagelaran GSF. Sekolah ini semakin menunjukkan prospek ke arah yang lebih baik, sebagai contoh adalah penerapan sejuta biopori, budidamber (budidaya dalam ember), aquaphonic, dan berbagai inovasi lain yang tentu merupakan hasil pengembangan selama ini. Selain inovasi, sekolah yang terletak di kawasan perumahan elite Kota Malang ini juga menyuguhkan keasrian dan kerapian yang hakiki. Keasrian yang terwujud dari rindangnya pepohonan dan tanaman yang dirawat rapi hasil sinergi seluruh komponen sekolah.

            Penilaian terhadap kematangan dalam partisipasinya bergelut dalam GSF 2019 dilaksanakan pada hari Senin, 8 Oktober 2019. Penilaian yang dilaksanakan pada pagi hari, tepatnya pada pukul 7.30 WIB diawali dengan sambutan berupa sholawat hadrah yang digawangi oleh siswa yang tergabung dalam ekskul BDI (Badan Dakwah Islam) sekolah. Dipimpin oleh Dzikri, anggota ekskul menyambut ketiga dewan juri mulai dari depan pintu gerbang hingga disambut oleh atraksi dari team Paskibra yang dibina oleh Bapak Dimas Aryo. Sambutan terhadap juri semakin dimeriahkan oleh pertunjukkan fashion dari perwakilan bidadari sekolah. Uniknya, fashion yang disuguhkan merupakan perpaduan kecantikan yang natural dalam balutan bahan hasil daur ulang.

 

 

            Perjalanan dewan juri dibagi menjadi beberapa bagian, mulai dari dewan juri yang menilai masalah administrasi sekolah, dewan juri yang mencermati peta issue, hingga dewan juri yang berkeliling sekolah untuk memastikan betapa Berbinar SMP negeri 14 Malang ini dalam menyambut GSF, maupun dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam kesempatan lain, terpantau secara bergantian dewan juri yang singgah sejenak untuk mencermati Mading Tiga Dimensi hasil karya perpaduan siswa pilihan dan beberapa guru yang memiliki cita rasa seni yang elegan. Mading Tiga Dimensi yang berjargon Sinergi Pendidikan Anti Korupsi sukses membuat juri terpukau dan sesekali menggali kedalaman maksud dari jargon tersebut.

 

            Di akhir penilaian, dihidangkan lezatnya bakso lele yang dipadu dengan segarnya dawet lele. Olahan produk dari ikan lele ini adalah hasil dari Budidamber (budidaya dalam ember) yang memadukan budidaya ikan lele dan sayur kangkung. Adapun produk yang diunggulkan adalah aneka olahan lele yang meliputi kedua makanan yang telah disebutkan tadi dan juga abon lele. Aneka hasil olahan inilah yang menjadi penutup bagi dewan juri setelah hampir 3 jam singgah.

            Harapan warga sekolah perihal even GSF tidak semata untuk meraih kemenangan. Lebih dari itu, harapan yang sesungguhnya adalah konsistensi yang terjalin erat baik saat even ataupun tidak. Konsistensi tidak dapat dilakukan oleh salah satu atau beberapa oknum saja, akan tetapi membutuhkan sinergi yang bersatu padu, satu visi dan misi demi SMP Negeri 14 Malang tercinta. Sinergi harus dilaksanakan, konsistensi harus dipertahankan. Sekolah Berbinar untuk pendidikan anti korupsi.

 

 

 

 

 

 

Oleh:

Angga Prasetyo, S.Pd

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Bagikan Artikel Ini Di

Berita "Berita Terkini" Lainnya